Home · Parenting · Konseling · Blogging · Tips · Daftar Isi

Soal Latihan PAI SMP/MTs Bab Takwa

Kumpulan soal PAI SMP materi Al-Quran dan Hadis tentang Takwa. Berikut 15 soal yang terdiri dari 10 soal PG dan 5 soal uraian. Semoga bermanfaat.

PAI: Takwa

A. Pilihan Ganda

1. Pengertian takwa secara istilah dalam ajaran Islam adalah ....

A. Takut kepada Allah SWT

B. Percaya pada rukun iman

C. Hanya melakukan ibadah mahdhah

D. Menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya

 

2. Salah satu tujuan utama seseorang bertakwa kepada Allah SWT adalah ...

A. Agar kaya raya di dunia

B. Hanya sebagai formalitas agama

C. Untuk mendapatkan pujian dari manusia

D. Agar masuk surga dan terhindar dari neraka

 

3. Ruang lingkup takwa dalam kehidupan seorang muslim adalah ....

A. Hanya ibadah ritual seperti salat dan puasa

B. Keyakinan (aqidah) dan ibadah (syariah)

C. Seluruh aspek kehidupan, meliputi keyakinan, ibadah, muamalah, dan akhlak

D. Perilaku baik hanya di tempat ibadah

 

4. Berikut ini yang bukan merupakan contoh perilaku yang menunjukkan sifat takwa adalah ....

A. Merasa lebih baik dari orang lain

B. Menunda-nunda salat hingga akhir waktu

C. Bersikap jujur dalam setiap perkataan dan perbuatan

D. Berbicara keras dan suka membantah

 

5. Salah satu keutamaan orang yang bertakwa menurut Al-Qur'an adalah...

A. Membuat hidup lebih sulit

B. Mendapat rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka

C. Dijauhi oleh teman-teman

D. Selalu merasakan kesusahan

 

6. Yang merupakan isi kandungan QS Ali Imran ayat 102 yang benar adalah ...

A. Menjaga keislaman hingga akhir hayat

B. Hidup hemat dan menjauhi kemewahan

C. Perbaiki shalat maka shalat akan menjagamu

D. Berbuat baik di mana pun dan kapan pun

 

7. Salah satu keutamaan orang yang bertakwa adalah …

A. Mendapat banyak harta

B. Diberi kemudahan dalam urusan

C. Selalu dihindari dari ujian

D. Bebas dari semua dosa

 

8. Perilaku berikut yang mencerminkan taqwa adalah …

A. Mencontek saat ujian

B. Berkata jujur meskipun merugikan

C. Membuang sampah sembarangan

D. Memaki teman yang berbuat salah

 

9. Menurut hadis, cara menghapus keburukan adalah …

A. Mengulangi perbuatan buruk

B. Mengikuti keburukan dengan kebaikan

C. Menyembunyikan kesalahan

D. Menyalahkan orang lain

 

10. Yang bukan merupakan hubungan iman, amal soleh, dan takwa adalah ....

A. Seseorang bertakwa karena ada dorongan iman

B. Amal soleh merupakan wujud nyata dari iman

C. Hasil dari iman dan amal soleh adalah takwa

D. Bertakwa belum tentu beramal soleh

 

B. Soal Uraian

1. Jelaskan kandungan QS Ali Imran: 102!

2. Apa saja ruang lingkup takwa? Berikan contohnya!

3. Sebutkan 3 keutamaan orang yang bertakwa menurut Al-Qur’an!

4. Bagaimana cara menerapkan perilaku taqwa dalam kehidupan sekolah?

5. Apa hubungan antara taqwa dan akhlak mulia? Berikan penjelasan!



Artikel keren lainnya:

Materi PAI SMP Bab Bersyukur

Materi pelajaran PAI bab:

- Bersyukur atas Nikmat Allah SWT
- Membiasakan Syukur kepada Allah SWT

Bersyukur

A. Pengertian Bersyukur

Kata "syukur" berasal dari bahasa Arab asy-syukru (الشُّكْرُ) yang artinya terima kasih, pujian atas kebaikan, dan pengakuan yang tulus atas nikmat yang diberikan. Secara istilah, bersyukur adalah mengakui, menyadari, dan mengucapkan dengan lisan, serta menggunakan segala nikmat Allah SWT sesuai dengan kehendak dan ridha-Nya.

Dapat disimpulkan bahwa bersyukur bukan hanya sekadar mengucap "Alhamdulillah", tetapi merupakan sikap totalitas hati, lisan, dan perbuatan sebagai wujud terima kasih kepada Sang Pemberi Nikmat, Allah SWT.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an:

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

"Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.” (QS. Ibrahim: 7)

B. Cara Mensyukuri Nikmat Allah swt

Bersyukur dapat diwujudkan melalui tiga hal, sering disebut dengan Syukur Bil Qalbi, Bil Lisan, dan Bil Arkan.

1. Syukur dengan Hati (Bil Qalbi)

• Menyadari bahwa segala sesuatu yang kita miliki, betapa kecilnya, adalah berasal dari Allah SWT.

• Mengakui dalam hati bahwa nikmat itu adalah karunia Allah, bukan semata-mata hasil usaha sendiri.

• Selalu merasa cukup (Qana'ah) dengan apa yang telah diberikan Allah.

2. Syukur dengan Lisan (Bil Lisan)

• Mengucapkan "Alhamdulillah" (Segala puji bagi Allah) dalam segala kondisi.

• Bercerita tentang nikmat Allah kepada orang lain untuk menginspirasi, bukan untuk sombong.

• Berdzikir mengingat Allah di waktu pagi dan petang.

• Berterima kasih kepada orang yang memberi atau membantu kita.

3. Syukur dengan Perbuatan (Bil Arkan/Bil Jawarih)

• Menggunakan nikmat (seperti kesehatan, ilmu, harta, waktu) untuk beribadah dan taat kepada Allah SWT. Contoh: menggunakan kaki untuk berjalan ke masjid, menggunakan harta untuk berzakat dan sedekah.

• Menjaga dan merawat semua nikmat yang diberikan, tidak menyia-nyiakannya.

• Membantu orang lain dengan nikmat yang kita miliki. Membahagiakan orang lain adalah bentuk syukur yang nyata.

• Selalu berusaha melakukan perbuatan baik dan menjauhi maksiat, karena maksiat adalah bentuk mengingkari nikmat.

C. Manfaat Bersyukur

Bersyukur memiliki banyak manfaat luar biasa, baik di dunia maupun di akhirat. Beberapa di antaranya adalah:

• Mendapatkan tambahan nikmat dari Allah

Seperti yang dijanjikan dalam QS. Ibrahim ayat 7, Allah akan menambah nikmat-Nya bagi hamba yang bersyukur.

• Hati menjadi lebih tenang dan bahagia

Ketika kita bersyukur, kita akan fokus pada apa yang kita miliki, bukan pada apa yang tidak kita miliki. Hal ini menjauhkan kita dari sifat tamak dan iri hati.

• Dijauhkan dari azab dan bencana

Sifat kufur nikmat (mengingkari nikmat) dapat mendatangkan musibah. Sebaliknya, bersyukur adalah cara kita mendapatkan perlindungan dari Allah.

• Meningkatkan keimanan dan ketaatan

Orang yang bersyukur akan selalu menyadari kebesaran dan kasih sayang Allah, sehingga ia akan semakin giat beribadah dan menjauhi maksiat.

• Menjadi pribadi yang lebih positif

Sikap bersyukur membuat kita lebih optimis, tidak mudah mengeluh, dan selalu melihat sisi baik dari setiap keadaan.


Artikel keren lainnya:

Rangkuman PAI SMP Bab Takwa (Al-Quran dan Hadis tentang Takwa)

Rangkuman PAI SMP Bab:
- Menggapai Rida Allah SWT dengan Ketakwaan
- Ayat dan Hadis tentang Ketakwaan
- Taqwa Kepada Allah: Makna dan Keutamaannya

Takwa

A. Ayat serta Hadis tentang Takwa

1. QS Ali Imran: 102

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

"Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim."

2. QS Ali Imran: 133

وَسَارِعُوٓاْ إِلَىٰ مَغْفِرَةٖ مِّن رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَاٱلسَّمَٰوَٰتُ وَٱلْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ

“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa”

3. Hadis tentang Takwa

اتَّقِ اللَّهَ حَيْثُمَا كُنتَ، وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا، وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ

“Bertakwalah kepada Allah di mana pun kamu berada, dan ikutilah keburukan dengan kebaikan niscaya akan menghapusnya, dan bergaullah dengan manusia dengan akhlak yang baik.” (HR. Tirmidzi)

B. Kandungan Ayat dan Hadis tentang Takwa

1. QS Ali Imran: 102

● Perintah untuk bertakwa dengan sebenar-benarnya.

● Menjaga keislaman hingga akhir hayat.

2. QS Ali Imran: 133

● Perintah untuk bersegera mencari ampunan.

● Perintah untuk berlomba-lomba mendapatkan surga.

● Luas surga seperi luas bumi dan langit.

● Surga diperuntukkan orang yang bertakwa.

3. Hadis tentang Takwa

● Takwa harus diamalkan di mana saja.

● Memperbaiki kesalahan dengan kebaikan

● Kebaikan dapat menghapus dosa.

● Pentingnya berakhlak baik dalam pergaulan.

C. Makna dan Ruang Lingkup Takwa

Secara bahasa, takwa berarti memelihara, menjaga, dan takut. Secara syariat, takwa adalah melaksanakan semua perintah Allah SWT dan menjauhi semua larangan-Nya.

Takwa bukan hanya sekadar ritual ibadah, tetapi mencakup seluruh aspek kehidupan seorang muslim. Ruang lingkup takwa meliputi:

● Keyakinan (Aqidah)

Meyakini keesaan Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari akhir, dan qada-qadar.

● Ibadah (Syariah)

Melaksanakan salat, puasa, zakat, haji, dan ibadah lainnya dengan ikhlas dan sesuai syariat.

● Muamalah (Hubungan Antar Manusia)

Bersikap jujur, adil, amanah, berakhlak mulia, menjaga hak orang lain, tidak merugikan sesama, dan berbuat baik kepada siapa pun.

● Akhlak

Mengendalikan diri dari hawa nafsu, bersabar, bersyukur, tawakal, rendah hati, dan menjauhi sifat-sifat tercela seperti sombong, dengki, dan iri.

● Lingkungan

Menjaga kebersihan, melestarikan alam, dan tidak berbuat kerusakan di bumi.

D. Keutamaan Takwa

Orang yang bertakwa akan memperoleh banyak keutamaan, antara lain:

● Mendapat Petunjuk dari Allah

“Hai orang-orang beriman, jika kamu berTakwa kepada Allah, Kami akan memberikan kepadamu furqan (petunjuk)...” (QS Al-Anfal: 29)

● Mendapat Kemudahan dalam Setiap Urusan

Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa, dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (syurga), maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah. (QS Al-Lail: 5-7)

● Diberikan Jalan Keluar dari Setiap Kesulitan

● Mendapat Rezeki dari Arah yang Tidak Disangka-sangka

“Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar, dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.” (QS Ath-Thalaq: 2-3)

● Dicintai Allah SWT

“(Bukan demikian), sebenarnya siapa yang menepati janji (yang dibuat)nya dan bertakwa, maka sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertakwa.” (QS Ali Imran: 76)

● Mendapat Kebahagiaan Dunia dan Akhirat

“Dan barang siapa yang taat kepada Allah dan rasul-Nya dan takut kepada Allah dan bertakwa kepada-Nya, maka mereka adalah orang- orang yang mendapat kemenangan.” (QS An-Nur: 52)

● Mendapatkan Kedudukan mulia

“Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling Takwa diantara kamu.” (QS Hujurat: 13)

● Mendapatkan Keberkahan dari Bumi dan Langit

“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (QS Al-‘Araf :96)

● Diampuni Dosa dan Dilipatgandakan Pahala

“dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan menghapus kesalahan-kesalahannya dan akan melipat gandakan pahala baginya.” (QS Ath-Thalaq: 5)

E. Perilaku yang Menunjukkan Takwa

Perilaku yang menunjukkan takwa dapat terlihat dalam keseharian, di antaranya:

● Disiplin dalam Menjalankan Ibadah

Rajin salat tepat waktu, berpuasa, membaca Al-Qur'an, dan berzikir.

● Jujur dan Amanah

Selalu berkata benar, menepati janji, dan dapat dipercaya dalam segala hal.

● Menjaga Lisan

Berbicara yang baik, tidak menyebarkan fitnah, ghibah, atau perkataan kotor.

● Rendah Hati

Tidak sombong atau membanggakan diri, serta mau menerima nasihat.

● Sabar dan Ikhlas

Menghadapi cobaan dengan sabar dan melakukan kebaikan semata-mata karena Allah.

● Tawakal

Berserah diri sepenuhnya kepada Allah setelah berusaha semaksimal mungkin.

● Berbuat Baik kepada Orang Tua dan Sesama

Hormat kepada orang tua, menyayangi yang lebih muda, dan membantu yang membutuhkan.

● Menjauhi Perbuatan Maksiat

Menghindari segala bentuk dosa dan pelanggaran syariat.

● Menjaga Kebersihan dan Kesehatan

Merawat diri dan lingkungan sebagai bentuk syukur atas nikmat Allah.

Artikel keren lainnya:

Rangkuman Materi PAI Bab Iman kepada Malaikat

Rangkuman materi PAI SMP bab:

- Iman kepada Malaikat

- Meneladani Ketaatan Malaikat Allah SWT

A. Pengertian Iman kepada Malaikat

Iman kepada malaikat adalah mempercayai dengan sepenuh hati bahwa malaikat adalah makhluk ciptaan Allah SWT yang diciptakan dari cahaya, selalu taat kepada perintah Allah, dan memiliki tugas-tugas khusus dalam menjalankan kehendak-Nya. Iman kepada malaikat merupakan rukun iman yang kedua. Keimanan ini mencakup keyakinan terhadap keberadaan malaikat, sifat-sifat mereka, dan peran mereka dalam kehidupan manusia serta alam semesta.

B. Nama dan Tugas Malaikat Beserta Dalilnya

Berikut adalah beberapa nama malaikat yang wajib diketahui beserta tugasnya, disertai dalil dari Al-Qur’an atau hadis:

1. Malaikat Jibril

Bertugas menyampaikan wahyu dari Allah kepada para nabi dan rasul.

“Yang dibawa turun oleh Ar-Ruhul Amin (Jibril).” (QS. Asy-Syu’ara ayat 193)

2. Malaikat Mikail

Bertugas mengatur rezeki dan menurunkan hujan.

Hadis riwayat Muslim, “Mikail ditugaskan untuk mengurus hujan dan tumbuh-tumbuhan.”

3. Malaikat Israfil

Bertugas meniup sangkakala pada hari kiamat.

“Dan ditiuplah sangkakala, maka matilah siapa yang ada di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah...” (QS. Az-Zumar ayat 68)

4. Malaikat Izrail

Bertugas mencabut nyawa.

“Katakanlah, ‘Malaikat maut yang diserahi untuk (mencabut nyawa) kamu, kemudian kepada Tuhanmu kamu dikembalikan.’” (QS. As-Sajdah: 11)

5. Malaikat Munkar

6. Malaikat Nakir

Keduanya bertugas menanyai manusia di alam kubur.

Hadis riwayat Tirmidzi, “Dua malaikat yang datang kepada mayit di kuburnya, yaitu Munkar dan Nakir.”

7. Malaikat Raqib

8. Malaikat Atid

Bertugas mencatat amal perbuatan manusia, Raqib mencatat amal baik dan Atid mencatat amal buruk.

“Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.” (QS. Qaf ayat 18)

9. Malaikat Malik

Bertugas menjaga pintu neraka.

“Dan mereka berseru, ‘Wahai Malik, biarlah Tuhanmu mematikan kami saja.’...” (QS. Az-Zukhruf ayat 77)

10. Malaikat Ridwan

Bertugas menjaga pintu surga.

Hadis riwayat Bukhari dan Muslim menyebutkan tentang malaikat penjaga surga.

C. Sifat-Sifat Malaikat

Malaikat memiliki sifat-sifat khusus yang membedakannya dari makhluk lain, antara lain:

1. Diciptakan dari cahaya

Berdasarkan hadis riwayat Muslim, “Malaikat diciptakan dari cahaya, jin dari api, dan manusia dari tanah.”

2. Selalu taat kepada Allah

Malaikat tidak pernah bermaksiat dan selalu melaksanakan perintah Allah (QS. At-Tahrim ayat 6).

3. Tidak memiliki nafsu

Malaikat tidak makan, minum, atau memiliki keinginan seperti manusia.

4. Berwujud halus

Malaikat tidak dapat dilihat oleh mata manusia biasa, kecuali atas izin Allah.

5. Memiliki kemampuan berubah bentuk

Malaikat dapat menjelma menjadi manusia, seperti Jibril yang menyerupai manusia saat menemui Nabi Muhammad SAW.

6. Memiliki sayap

Seperti disebutkan dalam QS. Fatir ayat 1, malaikat memiliki sayap, dua, tiga, atau lebih.

D. Perbedaan Jin, Malaikat, dan Manusia

Aspek

Malaikat

Jin

Manusia

Asal Penciptaan

Cahaya

Api

Tanah

Sifat

Selalu taat, tidak bermaksiat

Ada yang taat, ada yang kafir

Memiliki nafsu, bisa taat atau kafir

Tugas

Melaksanakan perintah Allah

Hidup seperti manusia, punya kehendak bebas

Beribadah kepada Allah

Wujud

Halus, tidak terlihat kecuali izin Allah

Halus, bisa berubah wujud

Kasat mata dan berwujud fisik

Kebutuhan

Tidak makan/minum

Makan/minum

Makan/minum

 

E. Hikmah Iman kepada Malaikat

1. Meningkatkan keimanan kepada Allah

Meyakini malaikat sebagai ciptaan Allah memperkuat keyakinan terhadap kebesaran dan kekuasaan Allah.

2. Menjaga perilaku

Keyakinan bahwa malaikat Raqib dan Atid mencatat amal membuat manusia lebih berhati-hati dalam berbuat.

3. Menumbuhkan rasa syukur

Mengetahui malaikat seperti Mikail mengatur rezeki membuat manusia bersyukur atas nikmat Allah.

4. Memperkuat kesadaran akan hari akhir

Keimanan kepada malaikat Izrail dan Israfil mengingatkan manusia akan kematian dan hari kiamat.

5. Menambah semangat beribadah

Keyakinan bahwa malaikat mendoakan orang beriman (QS. Al-Ahzab ayat 43) memotivasi untuk berbuat baik.

F. Contoh Perilaku Beriman kepada Malaikat

1. Menjaga lisan dan perbuatan

Selalu berhati-hati karena malaikat Raqib dan Atid mencatat setiap perbuatan.

2. Bersyukur atas rezeki

Menyadari bahwa rezeki diatur oleh malaikat Mikail, sehingga selalu bersyukur dan berbagi dengan orang lain.

3. Mempersiapkan diri untuk kematian

Mengingat tugas malaikat Izrail, sehingga rajin beribadah dan bertaubat.

4. Meneladani ketaatan malaikat: Berusaha taat kepada perintah Allah seperti malaikat yang tidak pernah bermaksiat.

5. Mendoakan kebaikan

Meniru malaikat yang mendoakan orang beriman, seperti mendoakan saudara sesama muslim.

 

Artikel keren lainnya: