Home · Parenting · Konseling · Blogging · Tips · Daftar Isi

Kumpulan Pantun Melayu Berbagai Tema (Nasehat, Agama, Jenaka, Anak-anak, dll)

Pantun Melayu adalah warisan budaya yang indah, penuh makna, dan relevan sepanjang zaman. Dari nasehat hingga jenaka, dari cinta hingga agama, pantun menjadi cermin kehidupan masyarakat. Semoga kumpulan pantun ini bisa menjadi inspirasi, hiburan, sekaligus pengingat akan pentingnya menjaga tradisi lisan Nusantara.

1. Pantun Nasehat

Pantun nasehat berisi petuah bijak tentang budi pekerti, menjaga tutur kata, dan pentingnya ilmu.

Pisang emas dibawa belayar,

Masak sebiji di atas peti;

Hutang emas boleh dibayar,

Hutang budi dibawa mati.

 

Pulau Pandan jauh ke tengah,

Gunung Daik bercabang tiga;

Hancur badan dikandung tanah,

Budi yang baik dikenang juga.

 

Kalau ada jarum patah,

Jangan disimpan di dalam peti;

Kalau ada silap dan salah,

Jangan disimpan di dalam hati.

 

Naik perahu menuju seberang,
Air sungai tampak tenang,
Jika ingin hidup gemilang,
Terus berusaha jangan menyerang.


Berburu ke padang datar,

Mendapat rusa belang kaki.

Berguru kepalang ajar,

Bagai bunga kembang tak jadi.

 

Bapak membuat sapu lidi,

Menghias rumah dari tanduk.

Mari belajar dari padi,

Makin berisi makin tunduk.

 

Lebat kayu pantang ditebang,

Sudah berbuah lalu berdaun.

Adat Melayu pantang dibuang,

Sudah pusaka turun-temurun.

 

Bendahara mudik berkakap,

Balai Selasa kembang pelangai.

Saudara jangan berbesar cakap,

Jaga-jaga pegang perangai.

 

Kalau ada jarum yang patah,

Jangan simpan dalam peti.

Kalau ada kata yang salah,

Jangan simpan dalam hati.


2. Pantun Agama

Pantun agama menekankan ketakwaan, ibadah lima waktu, serta bekal untuk kehidupan akhirat.

Asam kandis asam gelugur,

Ketiga asam si riang-riang.

Menangis mayat di dalam kubur,

Teringat badan tidak sembahyang.

 

Baju lama sudah kumal,

Kembang manis tempat si lebah.

Punya ilmu tiada amal,

Bagaikan pohon tidak berbuah.

 

Baju baru sudah dibelikan,

Kapal tenggelam sudah karam.

Sholat yang lima ditegakkan,

Supaya hati merasa tentram.

 

Beli baju warna merah,

Burung putih burung dara.

Siapa yang tinggalkan agama,

Tentu hidupnya akan sengsara.

 

Pisang nipah di Batu Layang,

Anyam ketupat di ujung tanjung,

Hati susah bawa sembahyang,

Di situ tempat iman bergantung.

 

Kemumu di dalam semak,

Jatuh melayang selaranya,

Meski ilmu setinggi tegak,

Tidak sembahyang apa gunanya.

 

Di gunung sana kau suka berlibur,

Di gunung sini kau suka tertawa,

Bila sudah masuk kubur,

Hanya amal yang dibawa.

 

Kain basah dibawa mandi,

Sudah mandi dibawa pulang,

Amal ibadah dibawa mati,

Budi yang baik dikenang orang.

 

Dari kecil nan cencilak padi,

Sudah besar cencilak padang.

Dari kecil nak duduk mengaji,

Sesudah besar tegak sembahyang.

 

3. Pantun Cinta dan Kekasih

Pantun romantis khas Melayu yang mengibaratkan kesetiaan, kerinduan, dan ketulusan kasih sayang.

Jelatik burung di awan,

Selasih di atas peti.

Sudah cantik bersama padan,

Kasih tersangkut dalam hati.

 

Coba-coba menanam mumbang,

Moga-moga tumbuh kelapa.

Coba-coba bertanam sayang,

Moga-moga menjadi cinta.

 

Dari mana punai melayang,

Dari paya turun ke padi,

Dari mana datangnya sayang,

Dari mata turun ke hati.

 

Dua tiga kucing berlari,

Manakan sama si kucing belang,

Dua tiga boleh kucari,

Manakan sama adik seorang.

 

Pucuk pauh delima batu,

Anak sembilang di tapak tangan,

Walau jauh beribu batu,

Hilang di mata di hati jangan.

 

Indah nian cahaya rembulan,

Menyinar terang di malam hari,

Cinta sejati tiada luput zaman,

Tertulis kukuh di dalam hati.

 

Layang-layang terbang ke awan,

Putus talinya jatuh ke bumi,

Cinta di hati bukan mainan,

Ikhlas datang dari sanubari.

 

Kalau tuan pergi ke Tanjung,

Kirim saya sehelai baju.

Kalau tuan menjadi burung,

Saya menjadi ranting kayu.

 

Burung dara ada sayap dikepak,

Ikan di hilir berenang-renang.

Makan tak enak tidur tak enak,

Hanya teringat dinda seorang.

 

Jika roboh kota Melaka,

Papan di Jawa saya tegakkan.

Jika sungguh kanda berkata,

Badan dan nyawa saya serahkan.

 

4. Pantun Patah Hati, Perpisahan, dan Perceraian

Mengutarakan kesedihan akibat ditinggal kekasih, rasa galau, atau kepasrahan saat berpisah.

Terbang sekawan burung belibis,

Jatuh seekor di tepi cadas.

Hatiku sakit bagai dihiris,

Kasih ku harap tidak berbalas.

 

Asap api embun berderai,

Patah galah haluan perahu.

Niat hati tak hendak bercerai,

Kuasa Allah siapa yang tahu.

 

Matahari terbit di ufuk timur,

Sinarnya terang menyinari pagi,

Kenangan indah takkan luntur,

Meski raga tak lagi berseri.

 

Bunga mawar harum semerbak,

Mekar indah di taman kota,

Walau jarak kini merenggang,

Persahabatan tetap terjaga.

 

Dari teluk berjalan pulang,

Naik ke rumah sudahlah senja.

Hatiku remuk bukan kepalang,

Adik tercinta sudah berpunya.

 

Anak monyet mencuri bugis,

Matanya pedih kena jelatang.

Awak tertawa saya menangis,

Kekasih pergi dibawa orang.

 

Buluh cinta berwarna kuning,

Tegak lurus dengan kokohnya.

Karena adik sudah berpaling,

Badanku kurus menanggung duka.

 

Terang bulan di pulau Pinang,

Anak Belanda turun ke kapal;

Tengah malam bangkit terkenang,

Air mata turun di bantal.

 

Masaklah buah jambu arang,

Burung undan tinggalkan sarang;

Rajawali sudahlah tiba,

Tanda kasih sudah hilang.

 

Asal kapas menjadi benang,

Asal benang menjadi kain;

Yang lepas jangan dikenang,

Sudah menjadi orang lain.

 

5. Pantun Keluarga dan Pertemanan

Berisi pesan persahabatan sejati, kasih sayang orang tua, dan menjaga kerukunan.

Indah sekali kulit rusa,

Bermain di taman berbatu-batu.

Kasih Ibu sepanjang masa,

Takkan musnah ditelan waktu.

 

Pohon salak banyak berduri,

Anjing berkais di tepi gua.

Teman gelak mudah dicari,

Kawan menangis jarang bersua.

 

Ada emas dua puluh karat,

Dijual mahal di Ciupas.

Tali persahabatan ikat erat,

Jangan biarkan ia terlepas.

 

Hati senang di hari raya,

Wajah ceria banyak tawa.

Jadilah sahabat yang setia,

Setia dalam suka maupun duka.

 

Bunga melur dalam jambangan,

Di tepi kolam menjadi hiasan;

Kucipta pantun buat renungan,

Semarak Nilam empunya wawasan.

 

Anak muda pulang ke desa,

Ibu dan ayah lama menanti;

Warga membaca tak buang masa,

Khutub khanah teman sejati.

 

Pohon pedada di dalam taman,

Jadi idaman si anak rusa;

Marilah anakanda marilah teman,

Kita membaca sepanjang masa.

 

Meniti senja biasan mentari,

Merkah setitis menjelang kabut;

Bacalah baca setiap hari,

Tak akan habis ilmu dituntut.

 

Anak gembala pergi merumput,

Pulang ke rumah membawa beras.

Kepada ibu lemah lembut,

Jangan pernah berkata keras.

 

6. Pantun Jenaka dan Lucu

Pantun sindiran bersahaja dan kelakar khas Melayu untuk memancing tawa dan mencairkan suasana.

Limau purut di tepi rawa,

Buah belimbing belum masak.

Sakit perut sebab tertawa,

Melihat kucing duduk berbedak.

 

Pohon manggis di tepi rawa,

Tempat lebah menyimpan madu.

Sedang menangis nenek tertawa,

Melihat kakek bermain gundu.

 

Elok-elok menunggang kuda,

Tebing bertarah tanahnya licin.

Elok-elok berbini muda,

Nasi hangus gulainya masin.

 

Emak lentik pandai menari,

Tanpa letih kayak Mak Lampir.

Nian cantik wajahmu hari ini,

Abang nak pinjam uang buat traktir.

 

Anak kucing di dalam kapal,

Kapal berlayar sampai Jakarta,

Adik tertawa terpingkal-pingkal,

Melihat monyet berkacamata.

 

Kue lapis di dalam kotak,

Kue dibeli di pasar jongkok,

Ayah tertawa terbahak-bahak,

Melihat kera mengisap rokok.

 

Kupu-kupu terbang melintang,

Hinggap menghisap bunga layu,

Hati di dalam menaruh bimbang,

Melihat ikan membaca buku.

 

Orang Rengat menanam betik
Betik disiram air berlinang
Hilang semangat penghulu itik
Melihat ayam lumba berenang.

 

7. Pantun Anak-Anak

Pantun riang dan penuh pesan moral sederhana untuk memotivasi anak-anak dalam belajar dan mematuhi nasihat.

Siapa suka daun talas,

Sebelum makan cuci dan bilas.

Siapa yang belajarnya malas,

Jadi anak bodoh di dalam kelas.

 

Pergi ke sungai memancing ikan,

Ikan betok ikan gabus.

Di rumah pun PR kita kerjakan,

Supaya dapat nilai yang bagus.

 

Pilih salak yang besar-besar,

Salah dibau harum kulitnya.

Jadilah anak yang rajin belajar,

Kelak engkau banyak ilmunya.

 

Api unggun membuat hangat,

Kalau badan kita kuat.

Pasti belajar makin semangat,

Menjaga kesehatan tubuh agar giat.

 

Pergi ke gunung untuk mendaki,

Mendaki sambil berhati-hati.

Saat mandi jangan lupa menggosok gigi,

Agar gigi bersih tidak bolong lagi.

 

Udara segar di waktu pagi,

Datang surya tak ada awan,

Anak baik suka berbagi,

Hati mulia sifatnya dermawan.

 

Main layangan di tengah taman,

Duduk sendiri di atas tikar,

Saling sayang bersama teman,

Saat bermain jangan bertengkar.

Artikel keren lainnya:

Ngaran Kandang Sasatoan | Nama-Nama Kandang Hewan dalam Bahasa Sunda

Mengenal Nama-Nama Kandang Hewan dalam Bahasa Sunda

Halo semuanya!

Bahasa Sunda memiliki kekayaan kosakata yang sangat luar biasa. Tidak hanya nama-nama bunga (kekembangan) atau nama anak hewan (anak sasatoan), bahasa Sunda juga memiliki sebutan khusus untuk tempat tinggal atau kandang hewan. Masyarakat Sunda tradisional memberikan nama kandang yang berbeda-beda tergantung pada jenis hewan yang dipelihara.

Paranje = Kandang Domba

Mengetahui istilah-istilah ini sangat berguna untuk memperluas wawasan kebudayaan daerah maupun membantu dalam pembelajaran bahasa Sunda. Berikut adalah daftar nama-nama kandang hewan dalam bahasa Sunda yang perlu kamu ketahui:

1. Kandang anak lauk = Buleng

2. Kandang domba = Paranje

3. Kandang embe = Paranje

4. Kandang hayam = Paranje

5. Kandang japati = Pagupon

6. Kandang kuda = Istal / Gedogan

7. Kandang lauk bandeng = Empang

8. Kandang lauk emas = Karamba

9. Kandang lauk hias = Akuarium

10. Kandang lele = Rumpon

11. Kandang manuk = Kurung

12. Kandang maung / sato galak = Karangkeng / Garogol

13. Kandang munding = Karapyak

14. Kandang sapi = Karapyak

15. Kandang anjing = Panyingkiran

Itulah daftar nama-nama kandang hewan dalam bahasa Sunda beserta sebutannya. Ternyata tempat tinggal hewan dalam kebudayaan Sunda sangat beragam dan spesifik, ya!

Apakah ada sebutan kandang di atas yang sudah sering kamu dengar atau justru baru tahu hari ini? Jika kamu tahu istilah kandang hewan lainnya dalam bahasa Sunda yang belum ada di daftar, bagikan di kolom komentar ya! Jangan lupa untuk share artikel ini ke teman-temanmu agar pengetahuan bahasa daerah kita tetap lestari. Sampai jumpa di artikel edukatif berikutnya!

 

Artikel keren lainnya:

Cara Mengatasi Error Breadcrumb "Kolom position Tidak Ada" di Blogger

Pasti rasanya kaget pas buka Google Search Console (GSC) dan nemu notifikasi merah bertuliskan "Kolom 'position' tidak ada (dalam 'itemListElement')". Mana ada label "masalah kritis" pula! Nah itulah yang saya rasakan ketika dapat email pemberitahuan dari GSC. Berikut ini email yang saya terima:

--------------------

Search Console telah mengidentifikasi bahwa situs Anda terpengaruh oleh 1 masalah Data terstruktur Breadcrumb. Kami menemukan masalah berikut di situs Anda.

Masalah kritis teratas*

Kolom "position" tidak ada (dalam "itemListElement")

*Masalah kritis mencegah halaman atau fitur Anda muncul di hasil Penelusuran.

Sebaiknya perbaiki masalah ini jika memungkinkan untuk mendapatkan pengalaman dan cakupan yang optimal di Google Penelusuran.

 --------------------

Tapi tenang aja, kamu gak sendirian. Error data terstruktur breadcrumb ini lumayan sering kejadian di blog, terutama yang pakai platform Blogger (Blogger/Blogspot) dengan template kustom atau template lama.

Yuk, kita bedah kenapa error ini bisa muncul dan gimana cara gampang beresimnya sampai tuntas!

Breadcrumb Artikel di Web

Kenapa Masalah Ini Bisa Muncul?

Biar gampang dibayangin, breadcrumb itu kayak jejak remah roti di dalam blog. Fungsinya buat ngasih tahu pengunjung dan robot Google posisi halaman yang lagi dibuka. Contohnya: Beranda > Tutorial > Judul Artikel.

Nah, Google butuh aturan standar (skema BreadcrumbList) buat ngebaca jejak ini. Salah satu syarat wajibnya adalah urutan angka yang jelas lewat atribut position.

  • Beranda = position 1

  • Kategori = position 2

  • Judul Artikel = position 3

Kalau template Blogger kamu gak mencantumkan angka urutan ini di kode HTML-nya, Google bakal kebingungan nentuin hierarkinya. Efeknya? Fitur navigasi breadcrumb di hasil pencarian Google jadi gak muncul.

Langkah Mudah Memperbaikinya di Blogger

Ada dua cara buat beresin masalah ini. Kamu bisa pilih cara otomatis pakai script JSON-LD (paling direkomendasikan) atau langsung ngedit kode Microdata bawaan template.

Cara 1: Pakai Script JSON-LD (Paling Praktis & Aman)

Dibanding pusing nyari baris kode breadcrumb tua di dalam template XML yang ribet, mending pakai script modern berbasis JSON-LD ini.

  1. Masuk ke dasbor Blogger.

  2. Klik menu Tema (Theme) > klik ikon panah di samping Sesuaikan (Customize) > pilih Edit HTML.

  3. Cari kode </head> (tekan Ctrl + F di keyboard buat memudahkan pencarian).

  4. Tempelkan kode script berikut tepat di atas </head>:

HTML
<script type='application/ld+json'>
{
  "@context": "https://schema.org",
  "@type": "BreadcrumbList",
  "itemListElement": [
    {
      "@type": "ListItem",
      "position": 1,
      "name": "Beranda",
      "item": "<data:blog.homepageUrl/>"
    }
    <b:if cond='data:blog.pageType == "item"'>
    ,{
      "@type": "ListItem",
      "position": 2,
      "name": "<data:blog.pageName/>",
      "item": "<data:blog.url/>"
    }
    </b:if>
  ]
}
</script>
  1. Klik tombol Simpan (ikon disket di kanan atas).

Cara 2: Edit Kode Microdata Bawaan Template

Kalau kamu lebih suka ngerapihin kode HTML/Microdata yang udah ada di template:

  1. Di halaman Edit HTML, cari kata kunci itemListElement atau BreadcrumbList.

  2. Cari elemen <li> atau <span> yang mengurus bagian breadcrumb.

  3. Bikin atribut position dinamis dengan nambahin tag ini di dalam pengulangan (loop):

XML
<meta expr:content='data:i + 1' itemprop='position'/>

Atau kalau kodenya manual tanpa looping, kamu tinggal selipin tag meta berikut secara berurutan:

  • Di item Beranda: <meta itemprop="position" content="1"/>

  • Di item Kategori/Artikel: <meta itemprop="position" content="2"/>

Tanda Perbaikan Berhasil & Validasi Akhir

Setelah kodenya disimpan, jangan lupa tes dulu biar makin yakin!

  1. Uji URL: Buka alat gratis Google Rich Results Test, lalu masukkan salah satu URL artikel blog kamu.

  2. Cek Hasil: Kalau status Breadcrumbs udah centang hijau tanpa error, artinya perbaikan kamu sukses!

  3. Mulai Verifikasi: Balik ke dasbor Google Search Console, masuk ke laporan Breadcrumbs, lalu klik tombol Mulai Verifikasi (Validate Fix).

Google bakal butuh waktu beberapa hari buat memindai ulang (recrawl) halaman-halaman kamu. Begitu selesai, status error merah di GSC bakal berubah jadi hijau. Selamat mencoba!

Artikel keren lainnya:

5 Kesalahan Pemula Pas Baru Bikin Blog (dan Cara Memperbaikinya!)

Bikin blog itu seru banget, jujur deh. Ada kepuasan tersendiri pas kita punya "rumah" di internet buat numpahin ide, cerita, atau pengetahuan yang kita punya. Tapi ya namanya juga baru mulai, pasti ada aja trial and error-nya.

Keep Blogging

Dulu pas awal-awal nge-blog, aku juga sering banget ngelakuin kesalahan konyol yang bikin blog sepi kayak kuburan. Nah, biar kamu gak perlu ngalamin hal yang sama, yuk bahas 5 kesalahan umum yang sering bikin blog pemula susah berkembang!

1. Semua Topik Dimasukin (Nggak Punya Fokus)

Hari ini nulis resep seblak, besok nulis review HP, lusa curhat colongan pas galau. Memang sih blog itu bebas, tapi kalau topiknya terlalu campur aduk, pembaca jadi bingung blog kamu ini sebenarnya bahas apa. Mesin pencari kayak Google juga bakal bingung mau mengelompokkan blog kamu di kategori mana.

Pilih 1 atau 2 topik utama yang paling kamu suka dan kuasai dulu (misal: gadget, skincare, finansial, atau traveling). Fokus bangun ciri khas di topik itu sampai kamu punya pembaca setia.

2. Cuek Banget Sama yang Namanya SEO

Banyak yang mikir, "Yang penting tulisan gue bagus, nanti juga ada yang baca." Sayangnya, dunia internet gak seindah itu. Tulisan sebagus apa pun bakal tenggelam kalau gak dioptimasi biar gampang ditemukan di Google.

Gak perlu pusing belajar SEO yang ribet-ribet dulu. Minimal, sebelum nulis, coba cari tahu kata apa yang sering diketik orang di Google tentang topik tersebut. Gunakan kata itu di judul dan dalam tulisan kamu secara alami. Jangan lupa juga rapikan sub-judul biar enak dibaca.

3. Tampilan Blog Terlalu "Rame" dan Berat

Pas baru ketemu fitur-fitur blog, rasanya pengin dipasang semua: musik yang muter otomatis, efek salju gugur, sampai widget yang memenuhi layar. Efeknya? Blog kamu jadi pusing dilihat dan loading-nya lambat banget. Ingat, orang zaman sekarang gak betah nunggu web yang muter-muter lebih dari 3 detik.

Pilih desain yang simpel dan bersih. Yang paling penting, pastikan blog kamu enak dan cepat dibuka lewat HP, karena sebagian besar pembaca bakalan datang dari ponsel mereka.

4. Angin-anginan Pas Nulis Artikel

Minggu pertama semangat membara sampai merilis artikel tiap hari. Habis itu... hilang tanpa kabar berbulan-bulan. Ketidakkonsistenan ini bikin pembaca malas balik lagi karena mikir blog kamu udah gak aktif.

Bikin jadwal nulis yang masuk akal buat diri sendiri. Gak usah maksain tiap hari kalau memang sibuk. Lebih baik rilis 1 artikel berkualitas seminggu sekali, tapi rutin dilakukan terus-menerus.

5. Kebelet Ingin Langsung Cuan

Blog baru umur tiga hari, tapi iklannya udah di mana-mana. Ada iklan melayang, banner di kanan-kiri, sampai orang mau baca kontennya aja ketutupan. Ini malah bikin orang kapok berkunjung.

Sabar dulu. Di beberapa bulan pertama, fokus utamanya adalah bikin konten yang bermanfaat dan ngumpulin pengunjung. Kalau trafik blog kamu udah stabil dan pembacanya udah banyak, baru deh mulai pasang Google AdSense atau ikutan program affiliate.

Membuat kesalahan di awal itu wajar banget, kok. Yang penting kita mau terus belajar dan memperbaiki. Dari 5 poin di atas, kira-kira ada yang pernah atau lagi kamu alamin gak sekarang?

 

Artikel keren lainnya:

Ngaran Anak Sasatoan (Nama Anak Binatang dalam Bahasa Sunda)

Tahukah kamu? Dalam bahasa Sunda, anak hewan memiliki sebutan khusus yang berbeda dari nama hewan dewasanya. Istilah-istilah ini merupakan bagian dari kekayaan kosakata bahasa Sunda yang menarik untuk dipelajari dan dilestarikan.

Anak Sasatoan

Berikut ini daftar ngaran anak sasatoan dina basa Sunda, lengkap dengan arti atau padanannya. Cocok untuk menambah kosakata bahasa Sunda sekaligus mengenal istilah-istilah tradisional yang mungkin sudah jarang digunakan.

1. Anak anjing = kirik/kicik

2. Anak bagong = begu

3. Anak bajing = kékés

4. Anak bandeng = nener

5. Anak bangbung = kuuk

6. Anak bangkong = buruy

7. Anak banténg = bangkanang

8. Anak belut = kuntit

9. Anak bogo = cingok

10. Anak boncél = bayong

11. Anak buhaya = bocokok

12. Anak deleg/gabus = boncél/kocolan/kokocolan

13. Anak domba = jando

14. Anak embé = cémé

15. Anak éntog = titit

16. Anak gajah = ménél

17. Anak hayam = ciak/pitik

18. Anak japati = piyik

19. Anak kancil = bayong

20. Anak kancra = badal

21. Anak keuyeup = boncérét

22. Anak kuda = bélo

23. Anak kukupu = hileud

24. Anak kutu = kuar

25. Anak lancah = aom

26. Anak lauk = kebul/burayak

27. Anak lélé = nanahaon

28. Anak lubang = leungli

29. Anak maung = juag/aum

30. Anak meri = titit

31. Anak monyét = begog

32. Anak munding = énéng

33. Anak papatong = kini-kini

34. Anak reungit = utek-utek

35. Anak sapi = pedét

36. Anak ucing = bilatung

Itulah beberapa ngaran anak sasatoan dina basa Sunda yang menarik untuk diketahui. Ternyata, bahasa Sunda memiliki banyak kosakata khusus untuk menyebut anak berbagai jenis hewan.

Semoga daftar ini bermanfaat untuk menambah wawasan dan membantu kita mengenal serta melestarikan kekayaan basa Sunda. Mun aya ngaran anak sasatoan séjén anu can kaasup dina daptar, mangga tambahkeun dina kolom komentar!

 

Artikel keren lainnya:

Kumpulan Pantun Bahasa Minang tentang Nasehat, Agama, Jenaka, Cinta, dan Adat

Pantun adalah salah satu warisan budaya yang kaya akan makna dan keindahan bahasa. Di Minangkabau, pantun bukan sekadar rangkaian kata berirama, tetapi juga sarana untuk menyampaikan nasihat, humor, dan nilai kehidupan. Melalui pantun, masyarakat Minang mengekspresikan kebijaksanaan lokal, mempererat hubungan sosial, dan menjaga tradisi lisan yang turun-temurun.

Pantun bahasa minang

Dalam kumpulan pantun bahasa Minang ini, kita akan menemukan keindahan kata-kata yang sederhana namun penuh makna, sekaligus merasakan nuansa budaya Minangkabau yang khas.

1. Pantun Nasehat (Pituah)

Pantun nasehat berfokus pada pentingnya menjaga budi pekerti, tutur kata, dan rasa hormat sesama manusia.

1.     Pantun 1

Anjalai tumbuah di munggu,
Sugi-sugi di rumpun padi.
Supayo pandai rajin baguru,
Supayo tinggi naikkan budi.

Arti: Supaya pintar rajinlah berguru, supaya derajat tinggi naikkanlah budi pekerti.

2.     Pantun 2

Anak nalayan mambaok cangkua,
Mananam ubi di tanah darek.
Baban sakoyan dapek dipikua,
Budi saketek taraso barek.

Arti: Beban yang sangat berat dapat dipikul, namun utang budi sekecil apa pun terasa amat berat.

3.     Pantun 3

Anak urang kampuang ilalang,
Nak lalu ka kampuang baso.
Malu jo sopan kalau ilang,
Abihlah raso jo pareso.

Arti: Jika rasa malu dan sopan santun sudah hilang dari diri seseorang, maka hilang pulalah kepedulian dan akal sehatnya.

4.     Pantun 4

Payokumbuah jalannyo luruih,
Singgah sabanta di Piladang.
Kok gantiang jan sampai putuih,
Tinggalkan juo salai banang.
Arti: Dalam menghadapi perselisihan atau masalah, selesaikan dengan bijak. Walau hubungan sedang tegang, jangan sampai putus sama sekali, sisakan ruang untuk berdamai.

5.     Pantun 5

Bapantun jangan taburu-buru,
Elok-elok kito mamilih kata.
Bakato elok-elok lah dulu,
Jan sampai mambuek urang taserak aia mata.

Arti: Berbicaralah dengan santun agar tidak menyakiti perasaan dan membuat orang lain menangis.

2. Pantun Agama

Mengingatkan untuk menegakkan perintah agama, beramal saleh, dan mempersiapkan bekal akhirat.

1.     Pantun 1

Pagi hari turun hujan,
Jan pai manjamua kain.
Parintah agamo ditagakkan,
Dahulukan dari nan lain.

Arti: Perintah agama harus ditegakkan dan didahulukan di atas urusan duniawi.

2.     Pantun 2

Bareh lamak ado di Solok,
Buah patai rasonyo paik.
Rajin-rajinlah babuek elok,
Bia salamaik dunia akhiraik.

Arti: Rajin-rajinlah berbuat baik agar selamat di dunia dan akhirat.

3.     Pantun 3

Asam kandeih asam gelugua,
Ketigo asam si riang-riang.
Menangih mayaik di dalam kubua,
Teringek badan indak sembahyang.

Arti: Penyesalan jenazah di alam kubur karena semasa hidup melalaikan sholat.

4.     Pantun 4

Aia tanang jangan disangka dangkal,
Anak ikan berenang-renang.
Kayo di dunia indak ka kekal,
Amal ibadah nan ka dibawa tenang.

Arti: Kekayaan dunia bersifat sementara, hanya amal ibadah yang menjadi bekal ketenangan di akhirat.

5.     Pantun 5

Kato adaik pahamnyo aman,
Malangkapi rukun jo syarat.
Kalau elok mamegang padoman,
Santoso dunia jo akhirat.

Arti: Jika kita memegang teguh pedoman agama dan aturan, hidup akan tenteram di dunia dan akhirat.

3. Pantun Cinta dan Kekasih

Menggambarkan ketulusan rasa sayang, kerinduan, dan kesetiaan pada pasangan.

1.     Pantun 1

Duo tigo toko di Padang,
Sabuah sajo toko basi.
Duo tigo bungo nan kambang,
Sabuah sajo nan di hati.

Arti: Banyak wanita/pria yang menawan, tetapi hanya satu yang bertakhta di hati.

2.     Pantun 2

Tangah hari jam duo baleh,
Sumbayang subuah jam limo.
Kasiah sampai cinto babaleh,
Haram hati uda manduo.

Arti: Ketika kasih dan cinta terbalaskan, pantang bagi hati untuk mendua.

3.     Pantun 3

Baju kariang dihambuih angin,
Jikok lah kariang langsuang dibangkik.
Jo adiak hati ko ingin,
Hiduik sasanang hiduik sasakik.

Arti: Keinginan hati untuk hidup bersama kekasih dalam suka maupun duka.

4.     Pantun 4

Basanda badan di tapi labuah,
Sabalum barangkek ka subarang.
Walaupun kito tapisah jauah,
Cinto nan ado takkan hilang.

Arti: Meskipun terpisah jarak yang jauh, rasa cinta tidak akan pernah pudar.

5.     Pantun 5

Kain batiek tabang mangirok,
Unduang-unduang anak rang Bayang.
Tampak adiek darah tasirok,
Badan bak raso bayang-bayang.

Arti: Setiap kali melihat sang kekasih, jantung berdebar keras dan badan terasa melayang.

4. Pantun Patah Hati, Perpisahan, dan Perceraian

Mengungkapkan kesedihan karena kasih tak sampai, perpisahan, atau kerelaan dalam berpisah.

1.     Pantun 1

Rang Parik Putuih ka lapau randah,
Mambao balam dalam sarangnyo.
Kasiah putuih sayang tak sudah,
Lauik nan dalam nan dihadangnyo.

Arti: Hubungan kasih telah putus, namun rasa sayang belum usai; ujian hidup terasa sangat berat.

2.     Pantun 2

Rami urang di tangah balai,
Rami dek anak urang Tiku.
Bia kini kito bacarai,
Asalkan nanti kito batamu.

Arti: Tak apa jika saat ini harus berpisah, asalkan di kemudian hari dapat dipertemukan kembali.

3.     Pantun 3

Bia badarai padi sipuluik,
Jiko badarai mangko dikaka.
Bia bacarai kito di muluik,
Asa di hati indak batuka.

Arti: Biarlah kita berpisah di mulut saja, asalkan ikatan batin di hati tidak akan berubah.

4.     Pantun 4

Sabana dingin di Padang Panjang,
Pai ka sinan naiak oto.
Adiak gadih dapek di urang,
Sampai jando ditunggu juo.

Arti: Kekecewaan ditinggal nikah oleh kekasih, namun hati tetap setia menanti walau takdir pahit.

5.     Pantun 5

Taluak Bayua ikannyo jinak,
Bao mamapeh dari sampan.
Kasiah dihati alah taserak,
Urang dimintak dikambang bujang.

Arti: Perasaan hancur tatkala orang yang dicintai dipinang oleh orang lain.

5. Pantun Kehidupan (Merantau, Bekerja, Berteman)

Bertema seputar suka duka kehidupan merantau, kerja keras, dan memilih kawan.

1.     Pantun 1

Di tabek banyak ikan payau,
Dipanciang urang pakai palampuang.
Sajak denai pai marantau,
Alun panah manjanguak kampuang.

Arti: Kerinduan anak rantau yang sudah sekian lama belum sempat pulang menengok kampung halaman.

2.     Pantun 2

Hari nan sadang pukua satu,
Rami urang di pasa pakan.
Katika kito sadang jatuah itu,
Di sinan nampak dima nan kawan.

Arti: Saat kita sedang berada di titik bawah, di situlah kita bisa melihat siapa teman yang benar-benar tulus.

3.     Pantun 3

Jam Gadang ado di Bukittinggi,
Tampek manggaleh urang Baso.
Kawan galak mudah dicari,
Kawan manangih jarang basuo.

Arti: Teman saat bersenang-senang sangat mudah ditemukan, tetapi teman sejati saat duka amat langka.

4.     Pantun 4

Karatau madang di hulu,
Babuah babungo belum.
Marantau bujang dahulu,
Di rumah paguna belum.

Arti: Pergilah merantau mencari ilmu dan rezeki saat muda, agar kelak menjadi orang yang berguna saat pulang.

5.     Pantun 5

Mancari rantiang ka dalam parak,
Rantiang diikek jo tali rami.
Sasamo dunsanak jan sampai jarak,
Pupuaklah taruih silaturahmi.
Arti: Sesama anggota keluarga jangan sampai saling menjauh, pupuklah terus tali silaturahmi.

6. Pantun Jenaka dan Lucu

Berisi kelakar ringan, humor khas Minang untuk mencairkan suasana dan menghibur.

1.     Pantun 1

Mancari balut ka dalam banda,
Dapek sikua dijalang ayam.
Manga adiak takuik ka uda,
Uda pandiam ndak gigik ayam.

Arti: Mengapa takut pada Abang? Abang ini pendiam dan tak bakal menggigit.

2.     Pantun 2

Kajang limo naiak bendi,
Singgah sabanta mambeli gulai.
Badan gata-gata indak mandi,
Disangko urang kanai sengat kalupai.

Arti: Badan gatal-gatal karena belum mandi, dikira orang tersengat lebah.

3.     Pantun 3

Ka pasa Tabiang naiak Bendi,
Pulangnyo hari lah sanjo.
Galak tabahak di meja judi,
Manangih surang dalam pinjaro.

Arti: Sindiran humoris: Tertawa terbahak-bahak saat main judi, akhirnya menangis sendirian di dalam penjara.

4.     Pantun 4

Rang gadih ka tapi pantai,
Ka pantai mambasuah kaki.
Coitu bana lamaknyo patai,
Nasi dimakan nan jo baki.

Arti: Kenikmatan luar biasa saat makan petai, sampai-sampai baki (wadah nasi) pun ikut habis termakan.

5.     Pantun 5

Buruang Alang inggok di Barak,
Pupuak dibali samo jo dadak.
Satiok tabayang senyum manih adiak,
Karupuak dikunyah raso martabak.

Arti: Seseorang yang sedang kasmaran, makan kerupuk pun terasa martabak.

7. Pantun Acara Adat (Pasambahan Adat)

Digunakan dalam tradisi pasambahan atau prosesi adat Minangkabau untuk menyambut tamu, pembukaan acara, atau pepatah mamak (pemimpin adat).

1.     Pantun 1

Biriak-biriak tabang ka sasak,
Dari sasak tabang ka laman.
Adat jo syarak kok lah rusak,
Urang di nagari kahilangan pedoman.

Arti: Jika adat dan sendi agama sudah rusak, maka masyarakat di dalam negeri akan kehilangan arah dan pedoman hidup.

2.     Pantun 2

Sicerek di tapi banda,
Kok tatunggik tolong tagakkan.
Kami nan ketek baru baraja,
Kok salah tolong banarkan.

Arti: Pantun kerendahan hati dalam musyawarah adat: Kami yang masih muda/pemula jika ada kesalahan mohon diluruskan oleh para tetua.

3.     Pantun 3

Pulau Pandan jauah di tangah,
Dibalik Pulau Angso Duo.
Hancua badan dikanduang tanah,
Budi baiak takana juo.

Arti: Kebaikan dan budi pekerti seseorang akan selalu dikenang orang lain selamanya meskipun ia sudah meninggal dunia

4.     Pantun 4

Anjalai tumbuah dimunggu,
sugi sugi dirumpun padi.
Supayo pandai rajin baguru,
supayo tinggi naikan budi.

Arti: Pengetahuan hanya didapat dengan berguru, kemulian hanya didapat dengan budi yang tinggi.

5.     Pantun 5

Sairiang balam jo barabah,
Barabah lalu balam mandi.
Sairiang salam jo sambah,
Sambah lalu salam kambali.

Arti: Bersamaan dengan ucapan salam, saya haturkan sembah penghormatan, semoga disambut dengan baik oleh hadirin.

Pantun bahasa Minang bukan hanya hiburan, tetapi juga cerminan kearifan lokal yang patut kita lestarikan. Setiap baitnya mengandung pesan moral, semangat kebersamaan, dan keindahan bahasa yang memperkaya budaya Nusantara. Semoga kumpulan pantun ini dapat menjadi inspirasi, hiburan, sekaligus pengingat bahwa tradisi lisan adalah bagian penting dari identitas bangsa. Mari kita terus menjaga dan menghidupkan pantun Minang agar tetap relevan dan dicintai oleh generasi mendatang.

Artikel keren lainnya: