Iman kepada hari akhir
merupakan salah satu rukun iman yang sangat penting dalam ajaran Islam.
Keyakinan ini mengajarkan bahwa kehidupan manusia di dunia bukanlah akhir dari
segalanya. Akan ada kehidupan setelah kematian, saat setiap manusia
dibangkitkan, dikumpulkan, dan dimintai pertanggungjawaban atas segala amal
yang telah dilakukan. Memahami hari akhir bukan sekadar menghafal nama-nama
peristiwa seperti kiamat, yaumul ba'ats, yaumul mahsyar, hisab, dan mizan,
tetapi juga memahami bagaimana keyakinan tersebut seharusnya memengaruhi sikap
dan perilaku kita sehari-hari.
Dalam pengalaman saya
saat mengajar dan mempelajari materi iman kepada hari akhir, bagian yang paling
menarik adalah melihat hubungan antara keyakinan dengan kehidupan nyata. Ketika
seseorang benar-benar menyadari bahwa setiap perbuatan akan
dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT, ia akan lebih berhati-hati dalam
berkata, bersikap, dan mengambil keputusan. Dari sinilah iman kepada hari akhir
tidak hanya menjadi pengetahuan yang dipelajari di kelas, tetapi juga menjadi
motivasi untuk berbuat baik, menjauhi perbuatan buruk, serta menjalani
kehidupan dengan penuh tanggung jawab.
A. Pengertian
Iman kepada hari akhir adalah meyakini dengan sepenuh
hati bahwa seluruh kehidupan makhluk di dunia ini akan berakhir dan alam raya
ini akan hancur lebur.
 |
| Ilustrasi Kiamat |
B. Dalil-dalil Tentang Kiamat
• Al-Hajj: 7
وَأَنَّ ٱلسَّاعَةَ ءَاتِيَةٌ لَّا رَيْبَ
فِيهَا وَأَنَّ ٱللَّهَ يَبْعَثُ مَن فِي ٱلْقُبُورِ
Artinya:
“Dan sungguh hari kiamat itu
pasti datang, tidak ada keraguan padanya, dan sungguh Allah akan membangkitkan
siapa pun yang ada di dalam kubur.”
• Ghafir: 59
إِنَّ السَّاعَةَ لَآَتِيَةٌ لَا رَيْبَ
فِيهَا وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا
يُؤْمِنُونَ
Artinya:
“Sesungguhnya hari kiamat
pasti akan datang, tidak ada keraguan tentangnya, akan tetapi kebanyakan
manusia tidak beriman.”
• Al-Qariah: 4-5
يَوْمَ يَكُونُ النَّاسُ كَالْفَرَاشِ
الْمَبْثُوثِ وَتَكُونُ الْجِبَالُ كَالْعِهْنِ الْمَنْفُوشِ
Artinya:
“Pada hari itu manusia adalah
seperti anai-anai yang bertebaran, dan gunung-gunung adalah seperti bulu yang
dihambur-hamburkan.”
C. Nama Lain Kiamat
1. Yaumul Qiyamah, artinya hari kiamat.
2. Yaumul Akhir, artinya hari akhir.
3. Al-Akhirah, artinya hari akhir.
4. Yaumuddin, artinya hari pembalasan.
5. As-Sa’ah, artinya waktu (kiamat).
6. Yaumul Hasrah, artinya hari penyesalan.
7. Yaumul Ba’ats, artinya hari dibangkitkannya
manusia dari alam kubur.
8. Yaumul Fashl, artinya hari keputusan.
9. Yaumut Talaq, artinya hari pertemuan.
10. Yaumul Jam’i, artinya hari berkumpul.
11. Yaumul Wa’id, artinya hari yang diancamkan.
12. Al-Waqi’ah, artinya peristiwa yang besar.
13. Yaumut Taghabun, artinya hari pengungkapan
kesalahan-kesalahan.
14. Al-Haqqah, artinya yang pasti terjadi.
15. Ath-Thammatul Kubra, artinya malapetakan yang
besar.
16. Ash-Shakhkhah, artinya suara yang memekakkan.
17. Al-Ghasyiyah, artinya peristiwa dahsyat.
18. Al-Qari’ah, artinya yang menggetarkan hati.
D. Tanda Kiamat
• Ciri Kiamat Shugra
1. Kemungkaran dan kemaksiatan merajalela.
2. Jumlah wanita lebih banyak daripada laki-laki.
3. Banyak terjadi bencana.
4. Al-Qur’an hanya tulisan saja.
5. Ilmu agama tidak lagi dianggap penting.
6. Minuman keras dianggap minuman biasa.
7. Budak wanita melahirkan tuannya.
8. Pembunuhan dan perzinahan semakin banyak.
9. Riba menjadi hal biasa.
10. Banyak terjadi fitnah.
11. Orang-orang berlomba membangun gedung tinggi.
• Ciri kiamat kubra
1. Keluarnya Imam Mahdi.
2. Munculnya Dajjal.
3. Turunnya Nabi Isa as.
4. Matahari terbit dari barat.
5. Dukhan (asap).
6. Munculnya binatang raksasa dan dapat berbicara.
7. Keluarnya Ya’juj dan Ma’juj.
E. Peristiwa Kiamat
Pada saat terjadi kiamat, Malaikat Israfil akan
meniup terompet sangsakala sebanyak tiga 3:
• Tiupan pertama, disebut dengan nafkhotul faza’,
yaitu tiupan yang menyebabkan kaget, kepanikan, atau terkejutnya seluruh
makhluk. Tiupan ini juga menyebabkan perubahan dan rusaknya keteraturan alam
dunia.
• Tiupan ke dua, disebut dengan nafkhotu ash-sha’qi,
yaitu tiupan yang menyebabkan kematian seluruh makhluk.
• Tiupan ke tiga, disebut dengan nafkhotul ba’tsi wan
nusyuur, yaitu tiupan dibangkitkannya seluruh makhluk.
Adapun kejadian setelah hancurnya alam semesta
sebagai berikut!
1. Yaumul Barzah
Yaumul barzah disebut juga dengan alam barzah, yakni
masa penantian manusia setelah meninggal dunia sebelum kemudian dibangkitkan
kembali dari alam kubur.
2. Yaumul Ba’as
Yaumul Ba’as merupakan hari dibangkitkannya seluruh
umat manusia dari alam kubur. Keadaan manusia pada saat itu sangat beragam,
tergantung pada amal perbuatannya selama di dunia.
3. Yaumul Mahsyar
Setelah dibangkitkan, kemudian manusia dikumpulkan
seluruhnya di Padang Mahsyar untuk diadili oleh Allah subhanahu wa ta’ala
dengan seadil-adilnya.
4. Yaumul Hisab
Selanjutnya yaumul hisab yakni hari perhitungan
seluruh amal perbuatan baik dan buruk umat manusia. Tidak ada sekecil
perbuatanpun yang luput dari catatan malaikat Allah subhanahu wa ta’ala.
5. Yaumul Mizan
Yaumul mizan yaitu hari penimbangan seluruh amal baik
dan buruk manusia selama hidupnya. Apabila amal baiknya lebih berat daripada
amal buruknya, maka insya Allah ia akan dimasukkan ke dalam surga-Nya. Namun,
apabila amal buruknya yang lebih berat daripada amal baiknya, maka ia akan
mendapatkan balasan berupa siksa neraka, naudzubillah.
6. Shirath
Sirat merupakan jalan penentu dari setiap manusia
setelah amal buruknya dihitung dan ditimbang. Pada tahap ini telah dapat
ditentukan apakah manusia akan dimasukkan ke dalam surga atau neraka.
7. Syafaat
Syafaat ialah pertolongan dari Allah subhanahu wa
ta’ala untuk hamba-hamba-Nya yang selama hidupnya beriman, Islam, bertakwa dan
selalu memperbanyak amal baik.
8. Surga dan Neraka
Tempat balasan bagi umat manusia. Surga merupakan
balasan bagi hamba Allah yang beriman dan shaleh/shalehah serta mendapatkan
ridho-Nya. Neraka merupakan balasan bagi umat manusia yang selama hidupnya
banyak berbuat dosa dan mengingkari kewajibannya terhadap Allah subahanahu wa
ta’ala.
F. Perilaku Yang Mencerminkan Beriman Kepada Hari
Akhir
1. Segera bertaubat.
2. Selalu menempa kualitas keimanan.
3. Mempelajari ilmu agama untuk menguatkan iman.
4. Memperbanyak amal shalih.
5. Menjauhkan diri dari segala bentuk kemaksiatan.
6. Selalu waspada dan hati-hati.
--------------------------------------
--------------------------------------
Mempelajari iman kepada hari akhir pada
akhirnya mengajak kita untuk melihat kehidupan dunia dengan perspektif yang
lebih luas. Setiap kebaikan yang dilakukan, sekecil apa pun, memiliki nilai di
sisi Allah SWT, begitu pula setiap perbuatan buruk yang kita lakukan tidak
luput dari pertanggungjawaban. Semoga setelah memahami materi ini, kita tidak
hanya semakin yakin terhadap kehidupan akhirat, tetapi juga terdorong untuk
memperbaiki diri, memperbanyak amal saleh, menjaga ucapan dan perbuatan, serta
menjalani kehidupan dengan penuh kesadaran bahwa dunia adalah tempat beramal,
sedangkan akhirat adalah tempat mempertanggungjawabkannya.
Daftar Referensi
- Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an –
Kementerian Agama RI.
Al-Qur’an dan Terjemahannya Edisi Penyempurnaan 2019. Qur’an
Kemenag – Al-Qur’an dan Terjemahannya
- Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an. (2010). Keniscayaan Hari Akhir. Jakarta:
Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an. Pustaka Lajnah – Keniscayaan Hari Akhir
- Kementerian Agama Republik Indonesia. Islam dan Pengetahuan Akhirat. Kementerian Agama RI – Islam dan Pengetahuan Akhirat
- Kementerian Agama Republik Indonesia. Mutiara Hadits: Berbicara Baik. Kementerian Agama – Mutiara Hadits: Berbicara Baik
- Nashruddin Syarief & Abu Tsaqif. (2020). Ar-Risalah: Syarah Hadits Nabi
tentang Iman, Islam, Ihsan dan Kiamat, Jilid 1. Bandung: Persis Pers.
- Kementerian Agama Republik Indonesia. Buku Teks Utama Pendidikan Agama Islam
dan Bahasa Arab.
Belum ada tanggapan untuk "Iman Kepada Hari Akhir | Rangkuman Materi PAI SMP"
Post a Comment
Dilarang membagikan link judi, pornografi, narkoba, dan kekerasan. Terimakasih.