- Menerapkan Ikhlas dalam Kehidupan Sehari-hari
- Ikhlas Syarat Diterima Amal
Ikhlas adalah salah satu kunci utama dalam beribadah dan
beramal dalam Islam. Tanpa ikhlas, amal ibadah kita bisa sia-sia di mata Allah
SWT. Materi ini akan membantu kita memahami apa itu ikhlas, mengapa ia penting,
dan bagaimana menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
A. Pengertian Ikhlas
Ikhlas secara bahasa berarti bersih, murni, tulus, atau
tidak bercampur dengan hal lain. Dalam konteks agama Islam, ikhlas berarti
melakukan segala sesuatu hanya semata-mata karena Allah SWT, mencari ridha-Nya,
tanpa mengharapkan pujian, balasan dari manusia, atau tujuan duniawi lainnya.
Perintah untuk berikhlas banyak disebutkan dalam Al-Qur'an
dan Hadis. Salah satunya adalah firman Allah SWT dalam Surah Al-Bayyinah ayat
5:
وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ
مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا
الزَّكَاةَ ۚ وَذَٰلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ
"Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah
Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan
lurus, dan supaya mereka mendirikan salat dan menunaikan zakat; dan yang
demikian itulah agama yang lurus." (QS. Al-Bayyinah: 5)
Ayat ini dengan jelas menunjukkan bahwa tujuan utama kita
beribadah adalah untuk mengikhlaskan diri hanya kepada Allah.
Lawan dari ikhlash adalah riya’. Selain riya’ ada juga
istilah ujub dan sum’ah yang merupakan kebalikan dari ikhlash.
1. Riya’ (Pamer Amal)
Riya’ adalah beribadah atau berbuat baik dengan tujuan ingin
dilihat dan dipuji orang lain, bukan karena Allah.
Bahaya riya:
● Amal tidak diterima Allah.
● Menjadikan hati sombong dan rusak.
● Merusak keikhlasan.
Contoh:
● Shalat dengan khusyuk hanya jika ada orang lain yang
melihat.
● Bersedekah agar dianggap dermawan.
2. Ujub (Bangga Diri)
Ujub adalah merasa bangga atas amal atau kelebihan diri
sendiri hingga lupa bahwa semua berasal dari Allah.
Bahaya Ujub:
● Mengundang kesombongan.
● Menjauhkan dari rasa syukur.
● Merusak amal meskipun dilakukan sendiri.
Contoh:
● Merasa paling rajin ibadah dibanding teman-teman.
● Menganggap kesuksesan semata-mata hasil usaha sendiri.
3. Sum’ah (Ingin Dikenal)
Sum’ah adalah ingin agar kebaikannya didengar orang lain,
mencari ketenaran atau pujian melalui cerita-cerita amalnya. Perbedaan dengan
riya’ adalah riya’ ingin dipuji sedangkan sum’ah ingin dikenal.
Bahaya sum’ah:
● Amal menjadi sia-sia di sisi Allah.
● Menjadi tidak tulus dalam berbuat baik.
Contoh:
● Menceritakan bahwa dia sudah banyak bersedekah agar dikagumi.
● Menyebarkan bahwa dia rajin puasa sunnah.
B. Contoh Ikhlas dalam Kehidupan Sehari-hari
● Salat: Melaksanakan salat lima waktu dengan khusyuk dan
tertib, bukan karena dilihat orang tua atau guru, tetapi karena sadar itu
adalah kewajiban dan bentuk syukur kepada Allah.
● Belajar: Belajar dengan sungguh-sungguh untuk meraih ilmu
yang bermanfaat dan mencari ridha Allah, bukan hanya untuk mendapat nilai bagus
atau pujian.
● Membantu Orang Tua: Menolong orang tua di rumah dengan
tulus ikhlas tanpa mengharapkan imbalan atau uang saku, melainkan karena ingin
berbakti dan mendapatkan pahala dari Allah.
● Bersedekah: Memberikan sebagian harta kepada yang
membutuhkan secara sembunyi-sembunyi agar tidak diketahui orang lain, kecuali
Allah.
● Puasa: Menjalankan ibadah puasa bukan untuk diet atau
dilihat orang lain, melainkan murni karena perintah Allah.
C. Macam-macam Ikhlas
Para ulama membagi ikhlas menjadi beberapa tingkatan:
1. Ikhlas Tingkat Awam (Pemula)
Melakukan ibadah karena mengharapkan surga dan takut neraka.
Meskipun masih mengharapkan balasan, niat ini masih termasuk ikhlas karena
motivasinya adalah surga dan neraka yang merupakan ciptaan Allah.
2. Ikhlas Tingkat Menengah
Melakukan ibadah dan amal kebaikan karena cinta kepada Allah
dan untuk mendapatkan ridha-Nya, tanpa terlalu fokus pada surga atau neraka.
3. Ikhlas Tingkat Tertinggi (Khawasul Khawas)
Melakukan ibadah murni hanya karena Allah, tanpa
mengharapkan apapun selain kecintaan dan pandangan Allah. Ini adalah tingkat
ikhlas para nabi dan orang-orang saleh yang sangat dekat dengan Allah.
D. Keutamaan dan Hikmah Ikhlas
Ikhlas memiliki keutamaan yang luar biasa dalam kehidupan
seorang muslim:
1. Diterimanya amal ibadah
Hanya amal yang dilandasi niat ikhlas yang akan diterima dan
diberi pahala oleh Allah SWT. Tanpa ikhlas, amal kita bisa menjadi sia-sia.
2. Mendapatkan pertolongan allah
Orang yang ikhlas akan senantiasa mendapatkan pertolongan
dan kemudahan dari Allah dalam menghadapi kesulitan.
3. Terhindar dari riya (pamer) dan sum'ah (mencari ketenaran)
Ikhlas menjaga hati kita dari keinginan untuk dipuji
manusia, sehingga terhindar dari sifat riya dan sum'ah yang dapat merusak amal.
4. Menumbuhkan ketentraman hati
Ketika beramal hanya karena Allah, hati akan merasa tenang
dan tidak terbebani oleh ekspektasi atau penilaian manusia.
5. Mendapatkan keberkahan hidup
Keikhlasan dalam setiap aspek kehidupan akan mendatangkan
keberkahan dan kebaikan yang tak terduga.
6. Pahala berlipat ganda
Allah akan melipatgandakan pahala bagi hamba-Nya yang
beramal dengan ikhlas.
Ikhlas juga mendatangkan hikmah yang luar biasa dalam
kehidupan seorang muslim:
1. Terhindar dari sifat munafiq
2. Hati menjadi tenang karena tidak bergantung pada
penilaian manusia.
3. Terhindar dari riya’ (ingin dipuji) dan sum’ah (ingin dikenal).
4. Amal kecil bernilai besar di mata Allah jika dilandasi
keikhlasan.
5. Tidak mudah kecewa saat tidak dihargai.
6. Selalu semangat dalam kebaikan, meski tidak dilihat
orang.
7. Hidup lebih tenang karena
hanya berharap balasan dari Allah.
Belum ada tanggapan untuk "Materi PAI SMP Bab Ikhlas"
Post a Comment
Dilarang membagikan link judi, pornografi, narkoba, dan kekerasan. Terimakasih.